Penyebab Anak atau Bayi Demam, Gejala dan Cara Mengatasinya
Arinku.com
- Ketika anak atau bayi demam tentu membuat Anda menjadi tidak tenang, cemas
dan bahkan panik. Hal ini merupakan hal yang wajar terutama bagi orang tua yang
baru pertama kali menjumpai anak atau bayinya demam.
Namun berbeda dengan orang
tua yang telah berpengalaman dalam menangani anak atau bayi yang demam, dalam
hal ini ketenangan sangatlah di butuhkan untuk menganalisa Penyebab Anak atau Bayi Demam, Gejala dan Cara Mengatasinya. Karena
penyebab anak atau bayi demam bisa disebabkan oleh berbagai hal, maka sebaiknya
sebagai orang tua Anda harus berusaha untuk membuat anak Anda lebih merasa
nyaman dan tenang.
Lakukan proses opservasi terlebih dahulu, cek suhu badan dan
kemudian lakukan proses mengompres tubuh. Umumnya anak atau bayi di katakan
demam biasanya jika suhu panas tubuhnya mencapai di atas 37.5 derajat celcius.
Penyebab Anak atau Bayi Demam bisa disebabkan karena berbagai hal, diantaranya :
- Infeksi
telinga
- Infeksi
saluran pernapasan
- Tonsilitis
- Sinusitis
- Efek
samping imunisas
- iInfeksi
ginjal
- Virus
roseola
- Batuk
rejan
- Diare
akibat makanan yang terkontaminasi (gastroentritis)
- Cacar
air
- Disentri
- Tifus
- Malaria
- Infeksi
saluran kemih
- Demam
berdarah
- Radang
paru-paru
- Radang
selaput otak
- Septikemia
atau infeksi darah
- Lingkungan
yang panas dan pemakaian baju yang terlalu tebal atau berlapis-lapis.
Gejala yang Timbul Jika Anak atau Bayi Demam :
- Tubuh
menjadi lebih lemas hingga kesadaran berkurang.
- Menjadi
lebih sensitif terhadap cahaya yang terang.
- Mengalami
gangguan dalam bernapas.
- Kurang
aktif.
- Mengalami
muntah-muntah yang disertai dengan sakit kepala atau leher terasa kaku.
- Mengalami
kebingungan.
- Lebih
sering tidur dan sulit untuk dibangunkan.
- Mengalami
gejala-gejala dehidrasi seperti jarang buang air kecil, menangis tanpa
keluar air mata, dan sedikit berkeringat walaupun udara panas.
- Nyeri
pada perut atau nyeri ketika buang air kecil.
- Bagian
dalam dari bibir atau kulit terlihat pucat atau mulai membiru.
- Mengalami
sakit pada bagian dalam telinga.
- Demam
tinggi yang disertai ruam.
- Mengalami
kejang-kejang.
- Pembengkakan
tenggorokan.
- Mengalami
muntah atau diare yang berkelanjutan dan tidak kunjung mereda.
Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi anak atau bayi demam :
- Selalu
mengontrol kondisi suhu tubuh anak atau bayi dengan termometer yang
sesuai. Contohnya bila bayi anda berusia 0 hingga 3 bulan, gunakanlah
termometer yang dipakai lewat anus, untuk bayi usia 3 bulan hingga 4 tahun
bisa menggunakan termometer anus maupun yang dipakai lewat mulut.
Sedangkan untuk anak usia 4 tahun ke atas gunakanlah termometer yang
dipakai lewat mulut. Sebisa mungkin untuk menghindari menebak suhu tubuh
anak atau bayi hanya dengan tangan, pakailah alat thermometer untuk
mengetahui suhu tubuh yang pasti.
- Berikan
Asupan cairan yang banyak pada anak atau bayi ketika sedang demam.
Memberikan cairan yang cukup bisa membantu mencegah terjadinya dehidrasi
tubuh bayi, misalnya dengan memberinya air putih yang cukup, sari buah,
maupun makanan lainya yang berbentuk cair. Untuk bayi yang berusia di
bawah 1 bulan, sebaiknya perbanyak memberikan ASI.
- Berikan
makanan pada anak atau bayi Anda dengan tekstur yang lembut dan rendah
serat serta mengandung gizi yang seimbang untuk memperkuat daya tahan
tubuh, seperti biskuit, sereal, roti, maupun bubur. Jangan berikan makanan
yang pedas bila anak atau bayi demam.
- Berikan
obat penurun panas anak. Penggunaan obat penurun panas seperti acethaminophen,
paracetamol, maupun ibuprofen bisa membantu meringankan anak atau bayi
demam. Namun untuk usia bayi di bawah 3 bulan, alangkah baiknya
konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat-obatan
tersebut. Janganlah terburu-buru ketika memutuskan memberi obat-obatan
tersebut, jadikan itu suatu pilihan terakhir jika memang suhu badan anak
atau bayi Anda tidak kunjung turun. Berikan obat-obatan tersebut apabila
suhu tubuhnya sudah di atas 38 derajat celcius.
- Kompres
anak Anda dengan menggunakan air hangat yang bersuhu antara 30 hingga 32
derajat celcius. Hindari menggunakan air dingin maupun alkohol saat
mengompres tubuh anak. Hal ini karena dapat memicu penyempitan pembuluh
darah di bawah kulit yang justru akan mengakibatkan terperangkapnya suhu
panas dalam tubuh. Selain itu, menggunakan alkohol untuk mengompres tubuh
dapat meningkatkan resiko keracunan terhadap anak atau bayi saat kandungan
alkohol terserap melalui kulit.
- Ganti
pakaian anak Anda secara rutin agar ia selalu merasa nyaman. Sebaiknya
pilihlah pakaian yang menggunakan bahan katun yang dapat menyerap panas
maupun keringat anak atau bayi.
- Gunakan
pakaian maupun selimut yang tipis untuk anak atau bayi Anda. Hal ini
bertujuan untuk mencegah suhu panas tubuh berlebih. Selain itu, dengan
menggunakan selimut dan pakaian yang tipis, bayi atau anak akan lebih
bebas bergerak dan hal ini bisa mengurangi resiko kejang pada anak.
- Dekap
anak atau bayi untuk memberikan rasa nyaman ketika sedang demam. Anak atau
bayi akan lebih merasakan kenyamanan dan terlindungi saat berada dipelukan
ibu.
- Pastikan
anak atau bayi Anda memiliki istirahat yang cukup.
- Baringkan
anak atau bayi Anda yang sedang demam di suhu ruangan yang nyaman, yaitu
tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin alias suhu sedang.
Demikianlah
tadi informai mengenai Penyebab Anak
atau Bayi Demam, Gejala dan Cara Mengatasinya. Semoga bisa menjadi
referensi informasi yang bermanfaat.
